Daftar Blog Saya

Jumat, 23 Desember 2011

MATH IN FILM

Posted at 07.54 by mui



Sutradara             Ron Howard
Produser              :   Ron Howard
                                Brian Grazer
Penulis                :   Akiva Goldsman
                                Sylvia Nasar
(Buku)
Pemeran              :    Russell Crowe
                                 Jennifer Connelly
                                 Ed Harris
                                 Paul Bettany
                                 Christopher Plummer
                                 Josh Lucas
                                 Judd Hirsch
Musik oleh          :    James Horner
Sinematografi      :    Roger Deakins
Penyunting          :    Daniel P. Hanley
                                 Mike Hill
Studio                  :   Imagine Entertainment
Distributor           :   Universal Studios
                                 DreamWorks
Tanggal rilis        :    21 Desember 2001 (2001-12-21) [1]
Durasi                  :  135 menit
Negara                 :   Amerika Serikat
Bahasa                 :   Inggris


            Film yang berdasarkan kisah nyata ini mengisahkan seorang mahasiswa pasca sarjana jurusan matematika di Universitas Princeton bernama John Nash Jr. yang sangat jenius, menyebalkan, dansangat anti sosial, namun menerima Carnegie Prize, yaitu sebuah penghargaan bergensi bidang matematika. Di Universitas Princeton berawal keanehan pada diri John. John memiliki seorang teman sekamar yang tidak nyata bernama Charles Sheerman, padahal satu kamar di Princeton hanya untuk seorang mahasiswa. Charles mengaku dirinya adalah mahasiswa jurusan sastra yang tinggal di kota bersama seorang keponakannya bernama Marchee. D luar itu, Nash pun berkenalan dengan Martin, Sol, Ainsley dan Bender yang selanjutnya menjadi grup gengnya. Charles merupakan sahabat John yang selalu ada kapanpun John membutuhkan dorongan, hiburan dan semangat yang tidak ia dapat dari orang lain. John yang selalu ditolak oleh para gadis, pada akhirnya dapat menyelesaikan tesisnya berkat inspirasi yang ia dapat saat ia akan menarik hati seorang gadis yang sedang dating ke klub bersama teman-temannya.
            Setelah selesai dari tesisnya john menjadi dosen bersama kedua orang temannya Sol dan Bender. Saat ia sedang mengajar, ia bertemu dengan Alicia seorang mahasiswi jurusan fisika. Alicia adalah seorang mahasiswa cantik yang sangat kritis di kelas dan sering berkunjung ke ruangan John untuk sekedar mendiskusikan permasalahan seputar perkuliahan maupun mengajak John untuk pergi bersama. Lambat laun mereka pun saling jatuh cinta dan kemudian menikah hingga memiliki seorang putra. Beberapa tahun kemudian, John kembali ke Princeton dan kembali bertemu Charles beserta Marchee. Akan tetapi, saat itu Ia juga bertemu dengan agen misterius dari departemen pertahanan bernama William Parcher. Kemudian atas bujukan Parcher, John bergabung dengan departemen pertahanan Amerika di Pentagon yang bertugas untuk memecahkan kode-kode komunikasi rahasia dalam majalah dari pihak lawan, yaitu Uni Soviet. John harus merahasiakan kegiatannya dan rutin melaporkan kode-kode temuannya yang dikirimkan pada kotak surat spesifik secara rutin.
            Suatu malam saat John selesai mengirimkan surat yang berisi kode rahasia, ia tiba-tiba dijemput oleh Parcher kemudian mereka dikejar oleh orang-orang yang menurut khayalan John adalah pihak Rusia. Saat akan sampai ke pembatas jalan, Parcher meyuruh John untuk menembak mobil orang Rusia tersebut. John yang tidak pernah memegang senjata sangat ketakutan. Apalagi saat ia melihat sendiri bagaimana parcher yang akhirnya mengambil alih senjata itu terlibat baku tembak dengan orang rusia dalam mobil sampai orang Rusia itu meninggal dan mobilnya jatuh ke dalam jurang. Sejak saat itu John menjadi paranoid. Ia selalu bersikap aneh seolah-olah ada orang rusia yang hendak mencelakakannya dan keluarganya. Sikap tersebut kemudian diketahui oleh Alicia, dan saat sedang mengajar di Universitas Harvard, istrinya mengirimkannya seorang Psikiater bernama dr.Rosen untuk menangkap dan menyembuhkan dirinya dari Schizofrenia Paranoid di rumah sakit jiwa. John  mencoba melarikan diri, tapi berhasil ditangkap dan diberikan suntikan sedatif. Saat di rumah sakit, Ia diinterogasi oleh dr.Rosen yang kemudian terungkap bahwa John berhalusinasi menyakini dirinya bekerja pada departemen pertahanan sebagai pemecah kode Uni Soviet dan mengenal tokoh-tokoh fiktif ; Charles, Marchee dan Parcher.  Faktanya situasi (gejala) tersebut merupakan sebuah delusi (waham) sebagai produk dari pikiran John.  Alicia juga mencoba membuktikannya, dimana keseluruhan cerita John ternyata hanya khayalannya saja.
            Setelah mendapatkan satu kali sesi terapi syok insulin, John pun terlihat kembali normal dan setuju untuk menjalankan pengobatan antipsikotik seumur hidup. Kenyataannya, obat-obatan tersebut memiliki efek negatif berupa penurunan intelektualitas hingga Ia mengalami disfungsi seksual yang akibatnya mengecewakan Alicia. Akibat kefrustasian itu, John sembunyi-sembunyi menghentikan meminum pil antipsikotik hingga mengalami kekambuhan psikosis kembali dengan kemunculan kembali Charles, Marchee dan Parcher beserta misi-misinya. Hingga kemudian Alicia mengetahuinya dan saat John lengah memandikan putranya. Alicia menemukan gubuk di hutan belakang rumah yang dijadikan markas John dan bergegas menuju rumah, yang lalu menemui bayi putranya hampir tenggelam, terendam air di bak mandi karena John sibuk dengan tugas rahasianya kembali dan diakui oleh John bahwa Charles sudah mengawasi putranya.
            Alicia pun segera berniat menelepon dr.Rosen dan mengirimkannya kembali ke rumah sakit jiwa. Maka terjadilah perdebatan antara John dan Alicia yang ditambah munculnya Parcher yang menasehati John untuk membunuh Alicia. John pun menolak perintah Parcher dan mendorong istrinya menghindar dari tembakan Parcher. Alicia pun marah dan ingin pergi dari rumah, tetapi John menghalang-halanginya dan berusaha mengatakan dirinya telah sadar dengan mengatakan bahwa semua itu benar hanyalah halusinasi visual-auditorik pada dirinya dimana dibuktikan dari Marchee yang tidak pernah dewasa. Selanjutnya, John dan Alicia memutuskan untuk hidup bersama dengan kondisi abnormal itu tanpa perlindungan obat antipsikotik, dimana John mengatakan perpisahan kepada Charles, Marchee dan Parcher. Namun tetap saja ketiganya muncul mengganggu John hingga tidak mampu beraktifitas normal baik sebagai seorang suami maupun dosen di Princeton dan cenderung mengurung dirinya dalam rumah.
            Keajaiban pun terjadi saat usia John menjelang 60 tahun, dimana gejala Schizofrenia Paranoid-nya pada akhirnya dapat dikendalikan dan cenderung semakin berkurang episode kambuhnya. Ia pun dapat kembali bekerja di departemen matematika Princeton atas bantuan sobat sekaligus rivalnya terdahulu, Martin yang menjabat sebagai dekan jurusan tersebut.
            John yang merupakan seorang profesor matematika kemudian dianugerahi memenangi hadiah Nobel dalam bidang ekonomi atas teori permainan matematika ekonominya. Anugerah tersebut diberikan pada tahun 1994 di Stockholm dan hal ini sebagai pembuktian bagi John bahwa dia mampu mengatasi pengaruh buruk ketiga orang khayalannya itu hingga terbebas dari belenggu penyakit Schizofrenia dengan kekuatan mentalnya.
            Nuansa matematika sangat kental dirasakan dalam film ini dari awal saya menonton. Pada awal mulai film ini mengisahkan seorang Profesor dari Princeton University yang berkata “Mathematicians won the war. Mathematician broke the Japanese codes and built the atomic bomb. Mathematicians..like you. The stated goal of the Soviets  is Global Communism. In medicine or economics in technology or space battle lines are being drawn. To triumph, we need results, publishable, applicable results. Now, who among you will be the next Morse? The next Einstein? Who among you will be the vanguard of democracy, freedom, and discovery?Today we bequeath America’s future into your able hands. Welcome to Princeton, gentlemen.” Wah.. dari awal saya mendengar kata-kata ini, saya sangat merasa semangat untuk belajar matematika. Saya baru menyadari, sebegitu besarkah andil matematika dalam perkembangan Amerika Serikat. Bahwa para ahli matematika tidak hanya orang yang pandai matematika. Tapi seorang ahli matematika memegang peranan besar dalam sejarah Amerika Serikat. Yang merupakan Negara maju saat ini. Saya yakin, pasti inilah yang dirasakan para ahli matematika masa itu saat mendengarnya.



            Dalam film ini, sangat dominan berbagai hal yang berkaitan dengan simbol,angka-angka dan kode-kode rahasia. Namun semua hal dan pengetahuan yang mendasari segala ilmu yang ada di film ini adalah matematika. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa matematika memang sangat berpengaruh pada kehidupan manusia dalam segala aspek kehidupan. Semua ilmu pengetahuan yang ada dari dulu hingga zaman modern inipun sebagian besar merupakan kontribusi dari matematika.
            Keterkaitan dan kebutuhan manusia akan matematika sebenarnya sudah sejak dulu. Dimulai dari manusia yang mulai belajar menghitung benda-benda, menghitung waktu bercocok tanam dan panen, menghitung hari dan waktu, sampai ke perdagangan, dan pengukuran tanah dan bangunan semuanya manusia lakukan dengan menggunakan perhitungan matematika. Dalam film yang berdasarkan kisah nyata seorang penerima penghargaan Nobel ini, tokohnya yang bernama John, merupakan jenius yang segala sesuatu hal sehari-hari dalam hidup ia kaitkan dengan matematika. Ia orang yang sangat pintar dan teliti dalam menilai segala sesuatu dari sudut pandang matematika yang merupakan keahliannya. Contoh saja saat ia menghitung gerakan burung merpati di taman dengan algoritma. Dari film ini, saya menyadari bahwa matematika mengajarkan John untuk dapat menjadi seseorang yang teliti, cermat, dan mampu memandang segala hal dengan sudut pandang yang lain, tidak mudah percaya akan hal-hal di sekitarnya begitu saja tapi ia mencoba menganalisis terlebih dahulu kebenarannya. Ia bertindak secara matematis. Tapi hal yang ia lupakan adalah bagaimana cara ia bersosialisasi. Bahwa dalam hidup, ilmu pengetahuan memang penting, dalam matematika, semua persoalan dapat dicari solusinya dengan otak, tapi dalam hidup, itu saja tidak cukup. Keseimbangan antara kehidupan sosial maupun ilmu pengetahuan alam adalah merupakan keharusan.
            Matematika yang didalami John sangat tampak terbukti mempengaruhi karakternya menjadi orang yang berani membantah pernyataan orang lain tidak hanya dengan omongan tapi juga berdasarkan bukti yang dapat ia pertanggungjawabkan kebenaranya. John berani membantah teori Adam Smith yang sudah berlaku selama 150 tahun pada masa itu. Ia tidak ragu dalam bertindak karena ia yakin dan tahu benar apa yang  ia lakukan. Melalui kemampuannya dalam matematika, ia dapat memecahkan kode-kode rahasia negara-negara luar yang ingin menghancurkan Amerika Serikat waktu itu. Contohnya saat ia memecahkan kode dari Moskow. Yang merupakan awal ia mulai berfantasi ia menjadi seorang pemecah kode rahasia negara.
            Melalui film ini, terbukti bahwa matematika yang sebenarnya adalah seni. Sama seperti perkataan John yang saya kutip dari film ini,“Mathematics is very specific and it’s an art form no matter what these people around here will tell you.  Matematika sangat available untuk digunakan dalam pembuatan suatu karya seni seperti dalam film. Ternyata, matematika tidak hanya bisa dipelajari tetapi juga bisa dinikmati bahkan untuk orang yang tidak mendalami matematika. Buktinya saja, film ini mendapat banyak penghargaan. Ini berarti, film yang dominan matematika ini dapat menarik perhatian penonton dan merebut hati penontonnya. Dari berbagai artikel yang saya baca tentang tanggapan orang-orang tentang film ini, percaya atau tidak, tidak sedikit orang yang menjadi ingin lebih tahu tentang matematika termasuk saya. Saya menjadi lebih semangat untuk belajar matematika.
            John yang dalam hidupnya sangat mencintai matematika, walau mengalami sakit secara psikologis karena hobinya dalam memecahkan kode rahasia tersebut, akhirnya dapat melawan halusinasinya tanpa pengobatan lanjutan seperti yang harus disarankan oleh psikiaternya. Untuk sekedar menambah pengetahuan, saya mencari tahu bagaimana sebenarnya penyakit yang diderita John. Saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa, sampai saat ini skizofrenia adalah salah satu penyakit mental yang belum diketahui pasti penyebabnya. Bukti terbaru mengatakan bahwa struktur maupun aktivitas otak penderitanya adalah abnormal, namun demikian selain penyebab genetik (biologis) bisa dimungkinkan bahwa skizofrenia juga disebabkan oleh faktor sosial dan psikologis. John yang menderita skizofrenia seumur hidupnya akhirnya dapat terus berkutat dengan ilmu matematikanya dan menjadi pengajar matematika di Universitas Princeton masa itu. Ini menunjukkan kecintaan John pada matematika sangat dalam. Bahkan sampai ia mendapatkan nobel dalam teorinya, governing dynamics, yang mengubah pola pikir orang ekonomi kebanyakan ( pada tahun 1995 , ia tidak pernah berhenti untuk mengajar matematika pada para mahasiswan didikannya. John Nash seorang pecinta matematika akhirnya menyadari bahwa dalam hidup ini ada penemuan yang paling penting dalam hidpnya. Penemuan yang ia dapatkan setelah menjadi pengidap skizofrenia, yaitu cinta. Cinta adalah penemuan yang tidak akan bisa didapatkan secara logika. Cinta yang John temukan hanya karena satu alasan yaitu istri tercintanya, Alicia. Penutup dalam film ini adalah pernyataan John Nash saat Nobel Prize Ceremony yang merupakan inti dari film A Beautiful mind ini. Pernyataan yang menyentuh hati saya sebagai penyuka film drama. Pernyataan yang pasti dapat di mengerti semua orang. Pernyataan yang menggambarkan hubungan antara kecintaanya pada angka-angka,logika dan keseluruhan matematika dengan temuannya akan cinta yang lain yaitu cinta yang sesungguhnya. Berikut pernyataan John Nash yang menjadi penutup tulisan saya.
“…I've always believed in numbers. In the equations and logics that lead to reason; but after a lifetime of such pursuits I ask, what truly is logic? Who decides reason? My quest has take me through the physical, the metaphysical, the delusional and back, and I have made the most important discovery of my career... the most important discovery of my life. It is only in the mysterious equations of love that any logical reasons can be found…”
John Nash




sumber:
DVD  “ A Beautiful Mind”




Related Post



1 komentar:

Anonim mengatakan...

Casino and Poker Wiki | Dr. MCD
Casino and Poker Wiki. A detailed 광양 출장샵 look at the 의정부 출장샵 software providers, software providers, 수원 출장안마 software providers, and how 통영 출장샵 to make the best out 제주 출장안마 of it. Learn more about how you can start a new

Posting Komentar