Daftar Blog Saya

Sabtu, 24 Desember 2011

MANDALA WISATA WENARA WANA The Sacred Monkey Forest Sanctuary

Posted at 08.01 by mui
http://i.pbase.com/o6/93/329493/1/77741104.bMldbjJP.BaliApr07587.jpg



Kera merupakan hewan yang penting dalam kebudayaan Bali, kepentingan ini terlihat pada tarian dan sejarah kecak dan Ramayana , patung-patung, ukiran dan cerita-cerita rakyat. Mandala Wisata Wenara Wana ini terletak dijalan Monkey Forest, Padangtegal, Ubud-Bali.

Ajaran Tri Hita Karana
Berdasarkan filosofi agama Hindu di Bali, damai dan kemerdekaan menjadi satu dalam hidup, apabila kita menghargai dan menjaga ketiga keharmonisan dan kebersamaan yang terdapat pada ajaran Tri Hita Karana, yaitu :
  1. Tuhan Yang Maha Esa memberkati hidup dan segala ciptaanNya di dunia ini.
  2. Alam memberikan kehidupan, keharmonisan yang dibutuhkan dalam setiap aktivitas makhluk hidup.
  3. Makhluk hidup mempunyai peraturan yang ditetapkan sebagai dasar struktur kehidupan tradisional, membangun candi sebagai tempat melaksanakan ibadah, upacara adat keagamaan, serta sebagai tempat bermusyawarah dan menyelesaikan masalah bersama-sama.

Ajaran ini dapat dilihat saat berlangsungnya kegiatan upacara ritual khusus. Ada dua kegiatan ritual yang berhubungan dengan kera dan hutan dinamakan dengan Tumpek Kandang, dimana masyarakat setempat membuat sesaji istimewa untuk hutan dan kepada semua binatang yang ada di sana, serta Tumpek Ngunduh dimana tumbuh-tumbuhan dijadikan ritual utamanya.

Pura
Berdasarkan analisa dari Pura Purana (buku suci yang terbuat dari lontar yang merupakan barang bersejarah dari pura setempat), Pura Kera suci ini diabngun sekitar pertengahan abad ke-14, saat itu kerajaan dikuasai oleh dinasti Gelgel.

Ada tiga pura suci yang berada di hutan tersebut. Pura Dalem Agung, berlokasi di barat daya hutan setempat. Pura ini adalah tempat utama dan merupakan tempat yang sangat penting dalam kawasan hutan kera ini.

Ke arah barat laut, jika anda telusuri arah itu maka anda akan menemukan Pura Beji dengan struktur dari tiga konsep mandala. Mandala utama, di posisi paling utara adalah area yang dianggap paling suci. Madya Mandala, berlokasi di tengah-tengah dan mempunyai kolam suci. Nista Mandala berada di sebelah tenggara adalah tempat mandi suci untuk makhluk hidup.

Pura ketiga adalah Pura Prajapati, merupakan tempat penyimpanan dan kremasi yang berada di timur dan sepanjang sisinya terdapat makam.

Selain ketiga pura tersebut, anda juga dapat melihat dua tempat makam dan ukiran-ukiran yang terdapat di hutan.



Kera Bali
Kera-kera yang hidup di dalam tempat yang aman dan damai ini dinamakan kera Bali yang juga dikenal dengan nama kera ekor panjang. Nama ilmiahnya adalah macaca fascicularis.

Sekitar 300 kera Bali biasanya berada di sekitar hutan ini, terdiri dari sekitar 35 ekor kera jantan, 95 ekor kera betina, dan 170 ekor anak kera. Kera-kera Bali ini tinggal berpindah-pindah dalam 3 kawasan yang terdiri dari jantan dan betina. Setiap hari masing-masing kelompok kera ini selalu berpindah tempat dan menguasai daerah yang berbeda di dalam hutan. Karena populasinya cukup banyak terkadang konflik terjadi ketika ada dua kelompok ingin menguasai satu daerah yang sama.

Jantan muda beratnya sekitar 8-10kilogram dan memiliki gigi yang cukup besar, di puncak dan bagian muka mereka ditumbuhi jenggot. Sedangkan betina muda memiliki bentuk tubuh yang lebih kecil sekitar 4-8kilogram dan mempunyai rambut yang lebih panjang.

Kera Bali berada dalam kelompok yang sebagian besar terdiri dari kera betina(matrilines). Kera jantan biasanya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk bersosialisasi dengan betina yang lain. Masing-masing kera jantan dan betina mempunyai dominasi hubungan tetapi mereka tidak selalu konsisten.

Pembuahan dapat terjadi sepanjang tahun namun pertumbuhannya terjadi sekitar bulan Mei-Agustus. Induk kera Bali ini sangat menjaga bayi kera mereka, bahkan kera betina yang tidak melahirkan juga turut menjaga bayi kera itu bersama-sama. Namun terkadang anda juga dapat melihat kera jantan dewasa juga menjaga bayi-bayi kera tersebut layaknya kera betina.

Penelitian dan Konservasi
Kera-kera yang terdapat di hutan tersebut bukan hanya menjadi komponen penting dalam spiritual dan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat, tapi juga erupakan lokasi penting bagi riset dan program konservasi. Pengelolaan dan penataan khusus yang telah dilakukan dalam kawasan ini sangat mendorong para peneliti dari lembaga-lembaga riset diseluruh dunia untuk mengadakan penelitian. Khususnya dalam bidang interaksi antara makhluk hidup dan kera yang ada di tempat yang nyaman ini, merupakan topik untuk survei dan bahan untuk penelitian ilmiah.

Menara Wana
Sangat penting untuk memperlakukan kera dengan baik. Di mana hutan adlah tempat tinggal mereka dan anda adalah tamu di sini. Silakan tetap berjalan di tempat-tempat yang aman , kera itu mungkin akan agresif jika anda memasuki wilayah mereka. Jangan pernah mengganggu maupun mengusi kera-kera tersebut dengan alasan apapun.

Jika anda memberi kera makan, lakukanlah dengan hati-hati dan jika mereka mengambil makanan itu, jangan pernah mencoba mengambilnya kembali.


Sumber : flyer Mandala Wisata Wenara Wana.

Related Post



Tidak ada komentar:

Posting Komentar