Apa yang dimaksud dengan perusahaan? Kata perusahaan mungkin sudah tidak asing lagi kita denar. Namun, apa sebenarnya perusahaan itu? Apa saja jenis perusahaan yang ada? Untuk menjawab itu semua, dalam tulisan saya kali ini, saya akan mencoba menjelaskan tentang perusahaan. Di bawah ini akan dikemukakan definisi atau pengertian perusahaan menurut pendapat ahli atau pakar, antara lain sebagai berikut :
- Menurut pendapat Kansil (2001 : 2) definisi atau pengertian perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.
- Menurut pendapat Swastha dan Sukotjo (2002 : 12) definisi atau pengertian perusahaan adalah adalah suatu organisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.
- Definisi perusahaan dalam Pasal 1 huruf (b) UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan, adalah sebagai berikut : Perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus-menerus dan didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba (Kansil,2001)
Salah satu penentu efisiensi kerja suatu perusahaan adalah dengan menentukan tempat kedudukan dan letak perusahaan itu sendiri. Yang dimaksud dengan letak dan tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan tempat kedudukan perusahaan adalah faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan maupun dengan pelanggan, dan sebagainya. Sedangkan Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan pabrik/kegiatan fisik. Dalam penentuan letak perusahaan, hal yang lebih diperhatikan adalah efisiensi biaya, seperti :
- Harga bahan mentah
- Tingkat upah buruh
- Tanah
- Pajak
- Biaya alat produksi tahan lama
- Biaya atas jasa pihak ketiga
- Dll
Letak perusahaan dibedakan menjadi empat , antara lain :
- Terikat kepada alam. Berhubungan dengan ketersediaan bahan baku.
- Terikat sejarah. Berhubungan dengan alasan yang hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah. Contohnya, perusahaan batik didirikan di Yogyakarta karena pada mulanya batik dikerjakan oleh para wanita keraton untuk mengisi waktu senggangnya.
- Ditetapkan pemerintah. Berhubugnan dengan pertimbangan keamanan,politik,kesehatan,dan sebagainya.
- Dipengaruhi faktor-faktor ekonomi. Faktor-faktor ekonomi yang dimaksud adalah sebagai berikut : kedekatan dan ketersediaan bahan mentah, ketersediaan tenaga air, ketersediaan tenaga kerja, modal, transportasi dan kedekatan dengan daerah pemasaran, dan kesesuaian iklim.
Setelah sebuah bisnis yang kita bangun mulai berjalan, sudah selayaknya kita mulai berpikir untuk membangun sistem. Menurut Brad Sugars, “as a commercial, profitable enterprise that works without you”. Artinya, sebuah bisnis akan bisa berjalan tanpa kita harus hadir, jika kita sebagai owner telah berhasil membangun system. Menurut Brad Sugars, ada empat area kunci yang harus dibuat sistem-nya yaitu:
1. People & Education (SDM & Pendidikan)
Di area ini, terdapat beberapa sistem yang disarankan, yaitu:
- Membangun Training Systems (Sistem Pelatihan)
- Kontrak Kerja dengan setiap pegawai
- Membuat aturan perusahaan
- Membangun sistem penghargaan & kompensasi (recognition & remuneration)
2. Delivery & Distribution (Pengiriman & Distribusi)
Di area ini, ada beberapa sistem yang perlu dipertimbangkan:
- Merubah kemasan produk untuk untuk keamanan pengiriman
- Melakukan stock opname secara regular
- Mengukur biaya-biaya pengiriman (delivery) untuk produk atau jasa
- Mengukur kualitas & profesionalisme dalam jasa pengiriman
3. Testing & Measuring
Ada beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan untuk testing and measuring. Langkah awal nya ialah dengan memonitor yang sedang dilakukan saat ini, kemudian pangkas, modifikasi, dan tingkatkan apa-apa yang sedang dilakukan, tergantung hasil yang anda dapatkan. Atas hasil tersebut, uji & ukur hasilnya selama dua minggu, dan cek bagaimana hasil yang didapatkan, lalu jika perlu maka konsolidasikan hasil nya ke orang lain. Sebagai langkah akhir maka implementasikan strategi lain atau coba sesuatu yang baru untuk meningkatkan hasil nya apakah telah sesuai dengan tujuan awal. Berikut beberapa hal yang disarankan untuk testing dan measuring:
- Menyusun anggaran tahunan dan bulanan secara lengkap
- System pembelian yang lengkap untuk semua pembelian internal
- Analisis profit dalam setiap kampanye marketing secara lengkap
- System kas kecil (petty cash) yang lengkap
- Memelihara pencatatan margin profit anda
4. Systems & Technology
Kita perlu memastikan bahwa semua sistem yang dibangun berjalan baik. Area ini adalah semua tentang sistem dan teknologi, yang secara ideal dibuat tersistematisasi. Dari mana anda mulai? Berikut beberapa hal cepat & mudah yang disarankan:
- Jadwal pemeliharaan regular semua peralatan secara langkap
- Gunakan sistem komputer (software) untuk memantau hutang dan tagihan
- Dokumentasikan & gambarkan semua tugas (jobdesc) dalam Manual Operasi
- Jalankan sistem kontrol persediaan secara terkomputerisasi
- Sistem yang lengkap tentang Pelatihan
- Gunakan program computer (software) yang terbaru
- Meningkatkan sistem telepon/fax secara sempurna
Lalu bagaimana caranya melaksanakan ke-empat area tersebut? Bagaimana langkah-langkahnya? Dalam bukunya “Instant Systems”, Brad Sugars menjelaskan 9 langkah yang diperlukan untuk membangun sistem perusahaan.
Langkah 1: Visi
Tetapkan visi perusahaan anda. Visi adalah tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh bisnis anda. Ibarat gunung, visi adalah puncak gunungnya.
Langkah 2: Pernyataan Misi
Pernyataan misi adalah bagaimana bisnis anda akan mencapai visi. Lebih detail daripada visi. Ibarat gunung, misi adalah jalan menuju puncak gunung.
Langkah 3: Pernyataan Budaya (Culture)
Secara umum, setidaknya anda dapat memasukkan 12 point berikut:
- 4 nilai terpenting sebagai pemimpin perusahaan
- 4 nilai terpenting dari tim anda
- 4 nilai terpenting dari customer anda
Langkah 4: Tujuan
Penetapan tujuan akan membantu anda untuk mencapai visi. Sebab tujuan harus dibuat dalam kerangka waktu.
Langkah 5: Struktur Organisasi
Anda perlu mempertimbangkan posisi-posisi apa saja yang ada ketika bisnis anda sudah selesai (saat berjalan tanpa kehadiran anda). Anda perlu merencanakan itu semua di depan.
Langkah 6: Kontrak Posisi
Adalah sangat penting mengatakan kepada SDM anda, apa yang mereka harus lakukan. Sampaikan dengan jelas. Memiliki kontrak posisi (kontrak kerja) akan menyelamatkan anda dari perselisihan yang dapat melibatkan emosi & kesalahpahaman.
Langkah 7: Indikator Kinerja (Key Performance Indicators)
Anda harus memiliki Key Performance Indicators (Indikator Kinerja) untuk setiap posisi. Secara umum, setiap posisi sebaiknya memiliki tidak kurang dari 5 dan tidak lebih dari 10 KPI.
Langkah 8: Manual How-to
Manual How-to tidak harus selalu dalam bentuk tertulis, tapi juga bisa dalam bentuk video atau audio atau apapun selama bisa mencapai tujuan.
Langkah 9: Milestone
Banyak tahap-tahap yang harus dilalui oleh sebuah bisnis dari masa pertumbuhan mencapai tahapan maturity. Ada banyak peristiwa yang bisa dijadikan milestone (tonggak bersejarah) selama perjalanan bisnis itu. Gunakan milestone tersebut sebagai momentum untuk melakukan perbaikan sistem.
Dalam mencapai tujuan suatu perusahaan, dikenal dua fungsi perusahaan yang apabila dijalankan perusahaan dapat menjalankan operasinya dengan terkoordinasi, terintegrasi. Dua fungsi tersebut yaitu fungsi operasi dan fungsi manajemen. Yang termasuk fungsi operasi adalah :
• Pembelian dan produksi
• Permasaran
• Keuangan
• Personalia
• Akuntansi
• Administrasi
• Teknologi
• Transformasi dan komunikasi
• Pelayanan umum
• Hukum dan Humas
Sedangkan yang termasuk dalam fungsi manajemen perusahaan adalah :
• Perencanaan
• Pengorganisasian
• Pengarahan
• Pengendalian
Setiap perusahaan memiliki ciri-ciri yang menunjukkan kekhasan perusahaan tersebut. Pada umumnya ciri-ciri perusahaan berkenaan dengan variabelberikut :
- OperatifAdanya aktivitas ekonomi berkenaan denagn kefiatan produksi, penyediaan, ataupun pendistribusian.
- KoordinatifKoordinasi diperlukan karena suatu perusahaan dijalankan oleh lebih dari satu individu. Maka dibutuhkan koordinasi untuk menyamakan visi dan misi mereka agar tujuan perusahaan dapat dicapai secara optimal.
- RegulerDiperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitasnya agar dapat selalu maju.
- DinamisKarena lingkungan selalu berubah(dinamis) maka perusahaan harus terus mampu menyesuaikan dengan perubahan-perubahan tersebut agar dapat terus bertahan dan giong concern.
- FormalPerusahaan selaku pelaku kegiatan ekonomi arus merupakan lembaga resmi yang terdaftar di pemerintah dan menaati peraturan yang berlaku.
- LokasiTempat perusahaan didirikan harus jelas di suatu tempat atau kawasan tertentu yang secara geografis jelas
- Pelayanan BersyaratPerusahaan menghasilakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkannya dan bersedia serta mampu membelinya, sehingga perusahaan dapat tetap memperoleh laba dan terus ging concern.
Lingkungan Perusahaan
Lingkungan Perusahaan adalah Keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya.
Lingkungan perusahaan dibedakan menjadi :
- Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusaan.
Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :
A) Lingkungan eksternal makro
Adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha.
B) Lingkungan eksternal mikro
Adalah lingkungan eksternal yang pengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.
2. Lingkungan Internal
2. Lingkungan Internal
Adalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi.
Hubungan antar bisnis dengan lingkungan sangat erat. Pada mulanya telah dilakukan penelitian oleh para usahawan. secara tradisional yaitu mereka beranggapan bahwa bisnisnyalah yang merupakan hal yang terpenting atau yang menduduki titik sentral sedangkan lingkungan merupakan hal sekunder yang mengelilingi bisnisnya. Pandangan tradisional tersebut sering disebut dengan yang berorientasi produsen atau “Producer Oriented Aproach”. Pandangan itu memang cocok dengan kondisi saat itu , dimana pada saat itu keadaannya disebut sebagai “seller’s market”, yang artinya produsen masih langka sehingga barang apapun yang dihasilkan akan selalu terjual.
Akan tetapi keadaan itu berubah, dimana pengusaha menjadi bertambah banyak dan masyarakat menjadi lebih selektif sehingga timbulah persaingan yang ketat diantara para pengusaha. Hanya pengusaha yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumenlah yang mampu bertahan. Keadaan ini disebut “buyer’s market” yaitu keadaan dimana pembeli yang akan menentukan semuanya dan bukan bukan penjual. Dalam hal ini yang merupakan factor yang sentral adalah masyarakat atau konsumen sedangkan pengusaha atau bisnisman mengelilinginya untuk melayani kebutuhan secara lebih baik sesuai dengan selera konsumen. Pandangan ini disebut “Consumer Oriented Approach” atau “pendekatan yang berorientasi konsumen”.
sumber :
- http://qeyty.blogspot.com/2008/10/bab-i-bisnis-dan-lingkungan_06.html (6November2011 16:36)
- http://staffsite.gunadarma.ac.id/srisetya/index.php?stateid=download&id=17146&part=files(6November2011 16:28)
- http://id.shvoong.com/business-management/management/2195095-pengertian-perusahaan/#ixzz1cuOan4iO (6November2011 14:37)
- http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?page=1&submit.x=0&submit.y=0&qual=high&fname=/jiunkpe/s1/eman/2008/jiunkpe-ns-s1-2008-31404052-9690-alex_salon-chapter2.pdf (6November2011 14:46)
- http://www.jtanzilco.com/main/index.php/component/content/article/1-kap-news/70-kuncikeberhasilan(6November2011 15:43)
- M.Fuad dkk.2000.Pengantar Bisnis.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama. (6November2011 15:15)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar