Daftar Blog Saya

Selasa, 10 Mei 2011

KONTRIBUSI KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI PADA KEMISKINAN DI NEGARA-NEGARA ASEAN TAHUN 2005/2010

Posted at 23.13 by mui


Kelompok saya membahas mengenai Kemiskinan Negara-negara ASEAN 2005-2010. berdasarkan data yang saya dapat berdasarkan kunjungan kelompok ke kesekretariatan ASEAN(08/04/2011) dan Badan Pusat Statistik(01/04/2011), persentase kemiskinan di tiap-tiap negara cenderung menurun dari tahun ke tahun. Tapi penurunan angka kemiskinan ini bukan berarti bahwa kemiskinan di ASEAN sudah tidak ada. Masih ada sektor-sektor yang perlu diperhatikan dan ditanggulangi agar dapat terus menurunkan tingkat kemiskinan di ASEAN. Diantaranya adalah ketahanan pangan dan energi.

Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato KTT ke-18 ASEAN di Jakarta Convention Center, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu (7/5/2011) mengungkapkan dalam bahwa kenaikkan harga pangan dan energi akan langsung mengakibatkan kenaikan jumlah penduduk miskin. Sedangkan kita sangat tahu dan merasakan , bahwa untuk menurunkan angka kemiskinan adalah sesuatu yang tidak mudah.

Dalam tulisan ini saya akan menguraikan bagaimana peranan atau kontribusi dari ketahanan pangan dan energi pada kemiskinan di negara ASEAN serta penanggulangannya.

Definisi ketahanan pangan
  • Definisi ketahanan pangan berdasarkan Undang-Undang Pangan No.7 Tahun 1996 adalah sebagai kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup, baik dari jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau.
  • USAID (1992) mendefinisikan ketahanan pangan sebagai satu kondisi dimana masyarakat pada satu yang bersamaan memiliki akses yang cukup baik secara fisik maupun ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dietary dalam rangka untuk peningkatan kesehatan dan hidup yang lebih produktif.
  • Menurut FAO (1997) ketahanan pangan adalah situasi di mana semua rumah tangga mempunyai akses baik fisik maupun ekonomi untuk memperoleh pangan bagi seluruh anggota keluarganya, dan di mana rumah tangga tidak beresiko mengalami kehilangan kedua akses tersebut.

Definisi ketahanan energi
Ketahanan Energi adalah kondisi terpenuhinya energi bagi rumah tangga, komersial, transportasi dan industri yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, dengan harga yang terjangkau, baik dalam kondisi normal maupun krisis dan darurat energi.
Sumber: http://ebtke.esdm.go.id  (10/05/2011 11:35PM WIB)

Sumber daya energi adalah sumber daya. alam yang dapat dimanfaatkan, baik sebagai sumber energi maupun sebagai energi

Ketahanan Pangan
Ketahanan pangan merupakan tantangan yang cukup besar bagi ASEAN karena bisa dilihat dari fenomena global sat ini dimana harga pangan dan energi yang cenderung semakin meningkat di pasar dunia. Bahkan dalam enam bulan terakhir harga pangan dan minyak bumi naik sistematis. Kenaikan harga pangan yang terus melambung ini akan memberikan dampak negatif bagi kesejahteraan rakyat bahkan dapat meningkatkan jumlah kemiskinan di masyarakat. Presiden Republik Indonesi dalam pidatonya saat KTT ke-18 ASEAN mengungkapkan agar ASEAN dapat terus bekerja sama secara nyata dan efektif untuk lebih menekankan program yang berorientasipada kesiapan menjamin ketersediaan pangan rakyat dengan memformulasikan sistem cadangan pangan di ASEAn yang juga dapat memungkinkan terbantunya para petani kita untuk keluar dari kemiskinan.

Dalam menghadapi ketahan pamgan di ASEAN, dilaksanakan juga ASEAN Integrated Food Security Frame Work, yaitu suatu penelitian dan pengembangan serta investasi dalam bidang pangan yang secara khusus memformulasikan cadangan pangan di ASEAN. Dengan adanya ASEAN Integrated Food Security Framework ini, diharapkan dapat membantu dalam mengentaskan kemiskinan. Selain itu juga para pemimpin ASEAN melakukan kerjasama regional untuk meningkatkan produksi pangan dan membangun cadangan beras di wilayah ASEAN.

Ketahanan Energi
Nyaris tidak ada aktivitas masyarakat yang lepas dari peran penting dan strategis energi. Bahkan setiap aktivitas ekonomi senantiasa membutuhkan energi. Untuk itulah ketahanan energi akan menentukan ketahanan ekonomi negara. Ketahanan energi ini pula yang harus dihadapi ASEAN. Dalam menghadapi ketahanan energi ini sangat diperlukan solusi-solusi yang inovatif dengan meningkatkan keanekaragaman sumber energi dan mengurangi konsumnsi energi yang berlebihan serta mengurangi dampak-dampak negatifnya pada lingkungan.

ASEAN juga sepakat mengembangkan energi terbarukan dan energi alternatif serta implementasi program ASEAN Energy Efficiency and Conservation. Energi terbarukan adalah energi yang dihasilkan dari sumber daya energi yang berkelanjutan jika dikelala dengan baik, antara lain panas bumi,angin, bioenergi, sinar matahari, aiiran dan terjunan air,serta gerakan dan perbedaan suhu lapisan laut.

Sumber lainnya :

  •  

Related Post



Tidak ada komentar:

Posting Komentar